RESUME MATERI PKKMB UNUSA 2022 DAY 2
MATERI I
Narasumber:
Prof. Hj. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D.
Tema:
Implementasi Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Mereka di Unusa untuk Peningkatan
Mutu Perguruan Tinggi "Link and Match System Pendidikan di Era 4.0 Menuju
Society 5.0"
v Kampus merdeka dan merdeka belajar merupakan kebijakan kampus yg memungkinkan mahasiswa untuk belajar lebih kreatif, fleksibel, dan sesuai dengan minatnya. Bukan hanya mempelajari jurusan yg ditekuni namun jga ada jurusan tambahan. Contohnya belajar 3 semester di luar prodi pokok, seperti di masyarakat dan industri baik di Indonesia ataupun di luar negeri.
v Kebijakan
MBKM di Unusa yaitu:
- Mahasiswa bisa mengatur MK mulai semester 3, dan
programmya dicicil.
- MK yg diambil diarahkan sebagai MK pilihan.
- Kategori kompetensi minor dalam prodi tertentu.
v Mayor dan Minor di Unusa sebagai implementasi model MBKM, misal: prodi akuntansi mayornya akuntansi, minornya bisa manajemen atau sistem informasi.
v Kegiatan
MBKM di Unusa diantaranya:
- Magang digital akademi
- Kampus mengajar
- Program wirausaha
- Program pemberdayaan masyarakat
- KKN tematik
- Dll.
v Syarat mengikuti kegiatan MBKM, yaitu harus minimal semester 3.
v Proyek MBKM; proyek kemanusiaan, yang dilakukan jga melalui kegiatan kemahasiswaan seperti UKM magana kerjasama dengan BPBD, menwa, Pramuka, relawan Covid-19, dll.
v Gunakan waktu sebaik-baiknya, dan belajar sebanyak-banyaknya, insyaallah Allah memridhoi dan diberikan ilmu yg barakah oleh Allah SWT. Yang terpenting adalah tidak cepat menyerah.
v Jika belajar dengan sungguh-sungguh Insyaallah pasti akan ada jalannya, dengan catatan jangan menyerah dan terus belajar.
v Seseorang yang mengikuti kegiatan MBKM akan tetap nemiliki keahlian utama, tetapi juga akan ada pengetahuan tambahan. Kampus Merdeka ini termasuk dalam pengetahuan/keahlian tambahan.
MATERI II
Narasumber:
Nurul Huda (TIM IT)
Tema:
Digitalisasi Proses Belajar-Mengajar di Unusa Era Pascapandemi
"Sosialisasi Learning Management"
v Learning Management System (disingkat LMS) merupakan sebuah perangkat lunak atau aplikasi yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian materi pembelajaran.
v Fungsi LMS yakni: dapat membantu para pengajar/dosen untuk merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan pembelajaran, mengola aktivitas perkuliahan mahasiswa, mengelola nilai, merekapitulasi presensi kehadiran, berdiskusi, ataupun melakukan evaluasi pembelajaran.
v Jenis
pembelajaran secara LMS terbagi menjadi 2, yaitu:
- secara sinternal (zoom meeting)
- secara asinternal (penugasan online)
v Keuntungan
belajar dengan LMS diantaranya, yaitu:
- Waktu belajar jadi lebih efisien karena pembelajaran
online dapat dilakukan dimana saja.
- Memudahkan aktivitas kuliah, seperti quiz, tugas,
upload materi, atau diskusi interaktif.
- Mempermudah dosen utk mengumpulkan &
menganalisis data hasil perkuliahan mahasiswa dengan waktu yang lebih singkat.
- Metode pembelajaran LMS yang menggunakan beberapa
teknologi informasi berupa gambar, suara, animasi, video, dan teks yang membuat
materi pembelajaran lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.
- Mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan pembelajaran secara mandiri
v eSorogan pembelajaran berbasis IT yang memiliki fitur diantaranya seperti: jadwal perkuliahan, materi, perkuliahan online & offline, penugasan, form diskusi, presensi kehadiran, serta ujian online.
v Fasilitas
mahasiswa Unusa diantaranya, yaitu:
- Akses internet
- Layanan SIM ortu
- Google suite akun
- Transaksi pembayaran online
- Virtual private network (VPN)
- Helpdesk
MATERI III
Narasumber:
Arief Abdurrakhman,S.T.,M.T.
Tema:
Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik
v Mahasiswa sepatutnya menjadi aktor utama dalam memberikan solusi nyata di tengah masyarakat Indonesia dan global. Oleh karena itu diperlukan pemikiran yang kritis atau Critical Thinking.
v Critical Thinking menjadi hal yg sangat penting dalam pembelajaran karena bisa menyaring informasi secara rasional, bebas dari bias, dan dapat memahami kelogisan antara ide-ide.
v Berpikir
Kritis karena apa?
- Idealisme
- Kemanusiaan
- Kepentingan
- Pragmatisme
Namun yang utama adalah berpikir kritis karena berpikir secara idealis dan kemanusiaan.
v Contoh
model untuk menghasilkan pikiran yang kritis yaitu berawal dari basic
pertanyaan 5W+1H
- what, when, who, where sebagai bagian deskripsi.
Dimana diajukan pertanyaan siapa, apa, kapan, dan dimana.
- why, how, what if sebagai bagian dari analisis.
Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, mengapa bisa terjadi, dan bagaimana jika
ada hal-hal tak terduga lain yang terjadi.
- so what, dan what next sebagai bagian dari evaluasi. Seperti apa yang akan dilakukan selanjutnya.
v Dengan
berpikir secara kritis kita pasti tidak akan mudah termakan hoax yang tersebar
luas di internet.
v Adapun cara
untuk berpikir kritis tanpa overthinking atau overacting, yaitu:
- Informasi harus benar dan valid
- Sesuai dengan tempatnya
- Menyampaikan di waktu yang tepat
- Memikirkan apa impact atau dampaknya
- Amar makruf nahi mungkar
MATERI IV
Narasumber:
Mursyidul Ibad, S.KM., M.Kes.
Tema:
Enchancing Digital Portofolio Management untuk Kesiapan Agile People
v Sekarang telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang dimana perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi wadah untuk semakin majunya industri 4.0 ini. Konsekuensinya adalah dunia akan menjadi serba digital.
v Di era yang serba digital tersebut, maka yang dapat dilakukan adalah dengan menyiapkan diri dengan membuat sebuah portofolio.
v Secara etimologi, Portofolio berasal dari 2 kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan, dan folio yang berarti penuh & lengkap. Jadi, Portofolio adalah laporan tentang diri kita yang lengkap.
v Mengapa harus membangun portofolio? Karena portofolio digunakan sebagai salah 1 jalan untuk job interview, sebagai performance review, serta sebagai alat untuk negosiasi dan promosi.
v Bagaimana cara membangun membangun portofolio digital? Kita bisa membangun portofolio digital dengan menggunakan website/blog.
v Mengapa
harus website/blog?
- Karena dengan website/blog kita bisa melakukan
customize desain sesuai dengan yang dikehendaki.
- Dapat menghubungkan media sosial ataupun pihak
ketiga di dalam blog kita.
- Portofolio kita akan masuk dalam pencarian google
dengan memaksimalkan SEO.
- Kita bisa menambahkan media yang sudah dibuat dengan
berbagai versi.
- Mendokumentasikan hasil karya dan pengalaman yang pernah diraih dengan versi bermacam-macam.
v Adapun cara
untuk membangun portofolio digital diantaranya, yaitu:
- Tentukan arah hidup
- Tentukan skill
- Kembangkan skill
- Update dan percantik website/blog
- Buat portofolio menggunakan website/blog
- Perbanyak latihan dan proyek
v Membangun portofolio juga perlu kolaborasi. Sebagai contoh, kita sebagai mahasiswa Unusa menambahkan link Unusa di website/blog kita, maka akan terjadi sebuah kolaborasi. Sehingga apabila ada seseorang dari perusahaan yang sedang melihat-lihat website Unusa, bisa jadi orang tersebut juga dapat melihat website/blog kita.
Nama : Anisa Alifia Kusmadiyanti
Fakultas : Keperawatan dan Kebidanan
Prodi : S1 Keperawatan

Komentar
Posting Komentar