RESUME MATERI PKKMB UNUSA 2022 DAY 3
MATERI I
Narasumber : Yudi Latif, M.A., Ph.D
Tema : Pancasila dan Kebhinekaan
Di dunia ini,
kemajuan itu ditentukan oleh 2 hal, yaitu:
1. Faktor-Faktor Terwariskan, misalnya
potensi kecerdasan, geografi, sumber daya alam
2. Faktor Modal Sumber Daya Manusia
Jika dibandingkan,
kualitas sumber daya manusialah yang jauh lebih memberi kekuatan untuk
kemajuan.
Tidak ada
manusia yang diciptakan Tuhan secara sia-sia. Setiap diri kita pasti diberi
tuhan kecerdasan dan potensi diri masing-masing. Dengan memahami potensi diri
tersebut, kita akan paham dengan tujuan moral kita (moral purpose).
Potensi diri
hanya akan berkembang optimal pada 1 lingkungan kenegaraan yang baik. Karena
menurut Aristoteles, keidentikan antara pribadi yang baik dengan warga negara
yang baik hanya akan terjadi dalam lingkungan kenegaraan yang baik pula. Jika lingkungan
kenegaraan buruk namun pribadi dan warga negara baik, dapat menyebabkan
pribadi-pribadi tersebut juga ikut menjadi buruk.
Oleh karena
itu, kita harus menguasai dan mengembangkan wawasan kebangsaan dan kenegaraan. Dengan
begitu, tidak ada kesenjangan antara kesalehan keagamaan dan kesalehan
kewarganegaraan. Jadi, orang yang saleh secara agama, juga harus memiliki
kesalehan publik serta kesalehan kewarganegaraan.
*Cara memahami
wawasan ke-Indonesiaan sebagai ladang amal ibadah dan perbuatan dalam kehidupan
bersama*
- Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dan terbesar di dunia. Wilayah geografis Indonesia juga menggabungkan 3 zona, yaitu zona Asia, Australia, dan Kroasia, sehingga Indonesia tentunya memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, seperti bahan pangan dan rempah-rempah, obat-obatan, sampai flora dan fauna.
-
Indonesia
juga memiliki ekosistem yang sangat cantik serta menjadi tempat hidup keragaman
manusia, sehingga ada Pancasila yang menggambarkan keragaman Indonesia itu
dalam berbagai sisi.
1) Sila pertama, menggambarkan Indonesia
menjadi tempat untuk segala keyakinann dan agama.
2) Sila kedua, menggambarkan Indonesia
menjadi tempat hidup segala bentuk ras manusia, seperti ras negroid, mongoloid,
melanesia, dan ras campuran.
3) Sila ketiga, menggambarkan Indonesia
yang multi-etnik.
4) Sila keempat, menggambarkan Indonesia
yang memiliki banyak partai.
5) Sila kelima, menggambarkan Indonesia yang unik secara sosiologis.
-
Dari
keragaman tersebut, muncul tantangan baru yang dikenal dengan nama globalisasi.
Globalisasi membawa 2 pengaruh bagi keberadaan negara bangsa, yaitu:
1) Karena globalisasi menarik negara
bangsa untuk diintegrasikan dan dipersatukan pada pusat pengaruh internasional.
Contohnya, orang Islam di Indonesia yang semakin mudah terpapar oleh gerakan
Islam fanasional yang misal bermula dari Timur Tengah, orang Kristen yang mudah
terpapar gerakan evalkis internasional seperti gereja di Amerika, serta orang
Hindu di Bali yang juga terkena rembesan perkembangan Hindu di India.
2) Karena globalisasi menekan negara bangsa ke bawah. Singkatnya, Indonesia yang majemuk di bawah tekanan globalisasi akan melahirkan gejala interkultural.
- Dampak globalisasi dalam kehidupan salah satunya adalah Indonesia dapat menjadi zona konflik jika menganut teori identitas atavisme yang ada dalam globalisasi, yaitu untuk suatu identitas ada, maka identitas lain harus disingkirkan. Selain itu, Indonesia juga akan menjadi lebih realistis dan rasional, bahwa jika suatu identitas itu ada, kita harus bisa hidup berdampingan dengan segala jenis keragaman secara damai.
- Untuk itu harus menemukan titik temu (common ground) diantara keragaman. Jadi disatu titik kita menghargai perbedaan, tapi pada saat yang sama tidak berhenti hanya pada perbedaan, tetapi juga mengupayakan titik persamaan.
- Cara mencari titik temu adalah dengan memperluas jaringan koneksi, seperti jaringan silaturahim, jaringan interaksi, dan jaringan pergaulan (konektivitas). Konektivitas ini termasuk penting karena manusia ada kecenderungan sebagai makhluk sosial yang ingin bergaul dengan orang yang memiliki kesamaan. Namun dengan orang yang dianggap asing, manusia ada kecenderungan memiliki prasangka terhadap orang lain.
- Untungnya manusia memiliki neokorteks atau kapasitas otak yang lebih besar, sehingga yang asing lama-kelamaan dapat menjadi dekat. Caranya, yaitu: 1) dengan memperluas jaringan interaksi, komunikasi, dan pergaulan. 2) membangun inklusivitas atau kesetaraan akses atau kesempatan untuk mengikuti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dll.
- Itulah yang dapat dikatakan sebagai makna atau esensi dari Bhineka Tunggal Ika. Bhineka berasal dari kata Bhina yang berarti beragam, dan Ika yang berarti itu. Jadi, yang pertama kita harus mengakui adanya keragaman itu, dan disaat yang sama kita kembangkan konektivitas supaya kita bisa bersatu.
- Konektivitas dan Inklusivitas ini perlu diperkuat dengan suatu ikatan yang dapat dipersatukan. Ikatan tersebut disebut ikatan moral. Dalam kehidupan bangsa Indonesia, nilai-nilai bersama yang bisa memperluas jaringan silaturahim dan dapat memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga disebut dengan Pancasila. Pancasila ini merupakan moral poin bersama yang diharapkan setiap orang bisa berinteraksi secara luas dan setiap orang mempunyai kesempatan akses.
-
Adapun
6 nilai inti moral, yaitu:
1) Care (kepedulian)
2) Loyality (kesetiaan)
3) Fairness (keadilan)
4) Authority (otoritas)
5) Liberty (kebebasan)
6) Sancity (kesucian)
-
Sedangkan
visi dan misi bernegara berdasarkan pancasila, yaitu:
Visi = menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Misi = 1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia.
2) memajukan
kesejahteraan umum
3) mencerdaskan
kehidupan bangsa
4) ikut melaksanakan ketertiban
dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
MATERI II
Narasumber : Khamidah, S.Kep., Ns.,
M.Kep. dan Nurul Kamariyah, S.Kep., Ns., M.Kep.
Tema : Pengenalan UNUSA serta Fakultas
Keperawatan dan Kebidanan (FKK)
o
Sejarah
Berdirinya UNUSA
UNUSA adalah
metamorfosis dari Sekolah Tinggi ilmu Kesehatan yayasan rumah sakit Islam
Surabaya (Stikes Yarsis) yang berasal dari SPK berdiri tahun 1978, Akper tahun
1985, kemudian tahun 2006 bersatu menjadi Stikes Yarsis. Kemudian pada 2 Juli
2013 melalui surat keputusan Mendikbud RI No. 265/E/O/2013 resmi menjadi
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Fakultas
Keperawatan dan Kebidanan (FKK) adalah salah satu fakultas yang ada di
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, di mana program studi yang ada di
dalamnya merupakan cikal bakal dan tonggak berdirinya Unusa.
o
Program
Studi FKK UNUSA
Terdiri atas;
prodi D3 Keperawatan (terakreditasi A), prodi D3 Kebidanan (terakreditasi A),
prodi S1 Keperawatan (terakreditasi A), Profesi Ners (terakreditasi A), S2
Keperawatan (terakreditasi B), prodi S1 Kebidanan (terakreditasi), dan Profesi
Bidan (terakreditasi).
o
Visi
FKK UNUSA
Yaitu menjadi
lembaga pendidikan keperawatan dan kebidanan yang terkemuka, unggul, dan
profesional dalam Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS), berjiwa
wirausaha, serta berjati diri islami.
Nilai-Nilai Utama Visi FKK UNUSA :
-
Terkemuka
= FKK UNUSA terdepan sebagai pelopor pendidikan keperawatan dan kebidanan,
terutama dalam pelayanan yang islami.
-
Unggul
= FKK UNUSA menjadi lembaga pendidikan bidang keperawatan dan kebidanan yang
mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain, yang dikembangkan dan dikelola
sebaik-baiknya dengan mengarahkan semua komponennya untuk mencapai hasil
lulusan perawat dan bidan yang lebih baik.
-
Profesional
= FKK UNUSA mampu melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan sesuai dengan
perkembangan IPTEKS dan kode etik profesi.
-
Berjiwa
wirausaha = FKK UNUSA mampu melakukan tindakan yang kreatif, inovatif, mandiri,
tangguh, dan bertanggung jawab.
- Berjati Diri Islami = FKK UNUSA menjadi lembaga pendidikan keperawatan dan kebidanan yang menghasilkan lulusan perawat dan bidan yang mempunyai karakter atau perilaku yang islami, yaitu sebagai insan yang beriman, jujur, dapat dipercaya, kerja keras, disiplin, berkomitmen, mendahulukan kepentingan organisasi dan masyarakat.
o
Misi
FKK UNUSA
-
Melaksanakan
pendidikan keperawatan dan kebidanan yang kompetitif, berpikir analitis,
kritis, dan inovatif.
-
Melaksanakan
penelitian di bidang keperawatan dan kebidanan melalui pemberdayaan Civitas
Akademika dan Mitra Kerja untuk mendapatkan inovasi dan keuntungan yang
bermanfaat bagi IPTEKS.
-
Melaksanakan
pengabdian kepada masyarakat di bidang keperawatan dan kebidanan melalui
pemberdayaan Civitas Akademika dan Mitra Kerja untuk mendapatkan inovasi dan
keuntungan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
-
Melaksanakan
manajemen yang profesional dalam mengelola fakultas yang terjadi di Islami.
- Menumbuhkembangkan budaya Ahlus sunnah Wal Jama'ah An-Nahdiyah dalam kehidupan masyarakat.
o
e-Sorogan
(Unusa Cybergate) diluncurkan pada Mei 2017
Setiap mahasiswa
Unusa diberi Tab (Samsung) gratis untuk membangun digital culture, dan sekarang
sedang dikembangkan teknologi V/A-R Laboratory untuk meminimasi dampak
Covid-19.
o
Sarana
dan Prasarana UNUSA
Unusa memiliki
banyak sekali sarana dan prasaeana, diantaranya: tower Unusa, berbagai macam
laboratorium dan depo laboratorium, Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya,
Perpustakaan, CBT Unusa, Unusa Medical Center, Komisi Etik Penelitian
Kesehatan, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), Unusa Language Center, unit
layanan bimbingan konseling, OSCE Center, Unusa Career Center, smart class, auditorium,
dan banyak lagi.
o
Hard
Skill dan Soft Skill
- Hard Skill
= Menggunakan kecerdasan IQ (otak kiri). Merupakan keterampilan dimana aturan
tetap sama terlepas dari keadaan atau orang yang bekerja dengan kita. Bisa
dipelajari di sekolah dan dari buku-buku atau dari para ahli di bidangnya.
- Soft Skill
= Menggunakan kecerdasan EQ (otak kanan). Merupakan keterampilan dimana
perubahan aturan tergantung pada budaya perusahaan dan orang-orang yang bekerja
dengan kita yang menitikberatkan kepada karakter atau pribadi seseorang. Dapat
terbentuk oleh lingkungan sekitar, tetapi yang paling penting untuk melatih
soft skill adalah keinginan dari dalam diri sendiri.
o
Intra-Personal
Skill dan Inter-Personal Skill
-
Intra-Personal seperti manajemen stress, manajemen waktu, berpikir kreatif,
bertanggung jawab, bersikap jujur, berperilaku adil.
- Inter-Personal
seperti kemampuan motivasi, kemampuan bekerja sama, kemampuan negosiasi,
kemampuan komunikasi, kemampuan beradaptasi.
o
6C
yang harus dikuasai oleh Mahasiswa
1. Communication, yaitu kemampuan
komunikasi yang tidak sekedar pandai bicara, namun memiliki kompetensi untuk
berkata benar dan baik, serta bertutur santun dan lembut.
2. Creativity, yaitu memiliki
inspirasi-inspirasi yang baik untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan
hidup sehingga terus melahirkan kreativitas dan inovasi sesuai tantangan zaman.
3. Collaboration, yaitu pandai bekerja
sama dan mampu menerima pendapat yang berbeda dari orang lain.
4. Compassion, yaitu memiliki kasih
sayang dan rasa ingin membantu sesama (empathy).
5. Critical Thinking, ya itu memiliki
pemikiran-pemikiran kritis.
6. Computational Logic, yaitu mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan logika-logika berpikir.
o
Ormawa
di Lingkungan UNUSA
-
Ormawa
level universitas, mencakup MPM, BEM, UKM
-
Ormawa
level fakultas, mencakup BEM Fakultas
- Ormawa level prodi, mencakup HIMA Prodi
o
Sistem
Informasi UNUSA
-
Sistem
Informasi Akademik (SIAKAD)
-
Sistem
Informasi Aset (SIASET)Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)
-
Sistem
Informasi Keuangan (SIKEU)
-
Sistem
Informasi Keuangan Akademik / host to host dengan bank
-
Sistem
Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIMPMB)
-
Sistem
Informasi Perpustakaan
-
Sistem
Informasi Career Center dan Sistem Informasi Tracer Study
- E-SIM
o
Peta
Jalan Pengembangan UNUSA
2014-2018: Menjadi universitas berbasis Entrepreneurship
2018-2022: Menjadi universitas berdaya saing nasional
2022-2026: Menjadi universitas berdaya saing regional
2026-2030: Menjadi universitas berdaya saing internasional
MATERI III
Narasumber : Milla
Ardillah, S. Kep., Ns.
Tema : Prosedur
Peminjaman Alat Lab
o Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode praktikum dimana mahasiswa mampu mempersiapkan skill untuk praktek klinik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di laboratorium FKK Unusa. Adapun Depo laboratorium Unusa adalah tempat penyimpanan alat dan bahan kebutuhan praktikum untuk mahasiswa.
o Jam pelayanan laboratorium adalah setiap hari Senin – Jumat pukul 07.00 – 16.00
o
SOP
Mahasiswa Praktikum di Laboratorium
-
Peminjaman
laboratorium dilakukan h-3 sebelum praktikum
-
Mahasiswa
akses SIM laboratorium pada laman https://sim.unusa.ac.id
-
Petugas
mengapprove pengangguran laboratorium
- Mahasiswa datang ke depo laboratorium untuk mengambil alat yang akan digunakan untuk praktikum
o
Sistem
Informasi Manajemen Laboratorium, merupakan sistem yang dibuat untuk
mempermudah akses mahasiswa ketika akan melakukan praktikum di laboratorium.
Adapun cara untuk mengakses SIM laboratorium, yaitu:
-
Ketikkan
alamat website SIM Unusa (https://sim.unusa.ac.id)
- Masukkan username sesuai NIM mahasiswa dan password, kemudian tekan enter atau klik tombol log in.
o
SOP
Pengembalian Alat Praktikum di Laboratorium
-
Mahasiswa
mengembalikan alat praktikum ke depo laboratorium
-
Petugas
melakukan pengecekan alat
-
Petugas
akan mengapprove pengembalian alat praktikum di SIM.
MATERI IV
Narasumber : Dr. H. Henry Sudiyanto, S.Kep.,
M.Kes.
Tema : Motivasi dan Pengetahuan Dunia
Kerja Tenaga Kesehatan
o
Motivasi
Kerja Islami
-
Kerja
semata-mata niat karena beribadah (diawali dengan niat karena Allah SWT dan
tidak bertentangan dengan ajaran Islam).
- Bekerja mencari nafkah adalah hal yang istimewa dalam pandangan Islam.
o
UU
No. 36/2014 Tentang Tenaga Kesehatan
-
Ketentuan
mengenai tenaga kesehatan masih tersebar dalam berbagai peraturan per-UU.
-
Perlu
dibentuk undang-undang tersendiri yang mengatur tenaga kesehatan secara
komprehensif.
- UU Kesehatan = Pengelompokan Nakes: 13 Kelompok Nakes, terdapat perubahan nomenklatur untuk perawat gigi menjadi terapis gigi dan mulut, serta perawat anestesi menjadi penata anestesi. Selain itu juga masuknya tenaga kesehatan tradisional yaitu tenaga kesehatan ramuan (contoh: jamu), dan tenaga kesehatan tradisional keterampilan (contoh: akupuntur).
o
Penyelenggaraan
Urusan (UU No. 23/2014)
-
Pemerintah
pusat dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan kongruen sebagaimana dimaksud
dalam pasal 9 ayat 3 berwenang untuk:
a. Menetapkan norma, standar, prosedur,
dan kriteria dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan.
b. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan
terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
-
Daerah
berhak menetapkan kebijakan daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan
yang menjadi kewenangan daerah.
Nama : Anisa Alifia Kusmadiyanti
Fakultas : Keperawatan dan Kebidanan
Prodi : S1 Keperawatan

Komentar
Posting Komentar